{"id":325,"date":"2023-10-02T13:24:02","date_gmt":"2023-10-02T06:24:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/?p=325"},"modified":"2023-10-03T11:18:37","modified_gmt":"2023-10-03T04:18:37","slug":"candi-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/candi-jogja","title":{"rendered":"11 Candi di Jogja yang Paling Indah, Peninggalan Bersejarah yang Menakjubkan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jogja menjadi tujuan yang paling cocok untuk <\/strong><strong>liburan sekaligus belajar sejarah<\/strong><strong>. <\/strong><strong>\u00a0Anda \u00a0bisa menemukan peninggalan purbakala berupa candi di Jogja <\/strong><strong>yang begitu megah<\/strong><strong> dan memesona<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Wisata di Indonesia memang ada banyak ragamnya, mulai dari menjelajah wisata alam hingga wisata sejarahnya. Bahkan Indonesia memiliki deretan candi yang juga cocok untuk dijadikan tujuan liburan. Salah satu kota yang menyimpan banyak candi cantik adalah Jogja. jika \u00a0Anda \u00a0berniat menjelajahinya, berikut candi yang sangat cantik dan wajib \u00a0Anda \u00a0dikunjungi.<\/p>\n<h2>1. Candi Ratu Boko<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14084\" aria-describedby=\"caption-attachment-14084\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14084\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Shutterstock-Candi-Ratu-Boko.webp\" alt=\"Shutterstock Candi Ratu Boko\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Shutterstock-Candi-Ratu-Boko.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Shutterstock-Candi-Ratu-Boko-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14084\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Dedy D\/Shutterstock<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi pertama yang bisa \u00a0Anda \u00a0kunjungi dan juga menjadi candi cantik di Jogja adalah Candi Ratu Boko. Lokasinya dekat dengan candi Prambanan, dan memiliki luas sekitar 25 ha. Yang membuat candi ini wajib dikunjungi, bentuknya berbeda dengan candi pada umumnya. Candi Ratu Boko memiliki bentuk yang lebih mirip dengan bekas bangunan keraton.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Namanya semakin dikenal, saat candi ini muncul di salah scene AADC 2. Dengan panorama sunset yang akan membuat siapapun jatuh cinta. Daya tarik utama candi di Jogja ini memang terletak pada sunsetnya. \u00a0Anda \u00a0bisa mengunjungi mulai dari pukul 16.00 dan menikmati kemolekannya. Ada paket khusus yang ditawarkan pengelola untuk sunset ini.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong> Rp 40.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/WHPQEtphpMtxM1iy6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Raya Piyungan &#8211; Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>2. Candi Prambanan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14083\" aria-describedby=\"caption-attachment-14083\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14083\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Prambanan-Sleman.webp\" alt=\"Candi Prambanan Sleman\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Prambanan-Sleman.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Prambanan-Sleman-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14083\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Perfect Lazybones\/Shutterstock<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi satu ini sudah terkenal, dan hampir semua orang mengetahui candi ini. Peninggalan Hindu ini menjadi ikon wisata candi di Jogja. Wisatawan domestik maupun lokal tak pernah sepi mengunjunginya. Apalagi candi Prambanan juga tak lepas dari cerita Roro Jonggrang dengan seribu candinya. Membuat keberadaannya memancing rasa penasaran siapapun.<\/p>\n<p>Pengunjung bisa menikmati arsitektur candi yang sangat berbeda dengan candi Borobudur. <a href=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/candi-prambanan-jogja\">Candi Prambanan<\/a> sendiri dibangun saat masa pemerintahan dua raja, yakni raja Balitung dan raja Pikatan. Memiliki tinggi sekitar 47 meter dengan candi utama Brahma, Wisnu dan Siwa. Selain candi utama, \u00a0Anda \u00a0juga bisa menemukan deretan candi pendamping.<\/p>\n<p>Candi pendamping yang mencuri perhatian adalah Candi Garuda yang menjadi pendamping candi Wisnu. Masing masing candi utama akan dikelilingi 2 candi apit, 4 candi sudut dan jua 4 candi kelir. Sehingga jumlah semua candi seluruhnya berkisar 224 buah. \u00a0Anda \u00a0akan diajak untuk lebih mengenal sejarah dari Candi Prambanan ini.<\/p>\n<p>Selain itu, \u00a0Anda \u00a0juga bisa menyusuri reliefnya yang berceritakan kisah Ramayana juga Pohon Kalpataru. Tak hanya itu, \u00a0Anda \u00a0juga bisa berburu foto foto kekinian di candi ini. Tidak ketinggalan, pertunjukan sendratari Ramayana juga sangat menarik untuk disaksikan. Apalagi pergelaran diadakan di pelataran Candi Prambanan langsung.<\/p><div class=\"7ce5b8fbd8e4aa7fb76b7cecb64c0e24\" data-index=\"3\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9763088613\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong> Rp 50.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/ByFpsipfwKkyJyJ9A\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Raya Solo &#8211; Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>3. Candi Sewu<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14129\" aria-describedby=\"caption-attachment-14129\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14129\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Shutterstock-Candi-Sewu.webp\" alt=\"Shutterstock Candi Sewu\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Shutterstock-Candi-Sewu.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Shutterstock-Candi-Sewu-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14129\" class=\"wp-caption-text\">Foto: e X p o s e\/Shutterstock<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi selanjutnya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah candi Sewu. Candi satu ini hampir mirip dengan candi Prambanan. Hanya saja, Candi Sewu merupakan peninggalan Candi Buddha. Kendati demikian, Candi Sewu juga mendapat predikat sebagai candi paling besar kedua setelah candi Borobudur dalam skala Nasional.<\/p>\n<p>Jika melihat dari namanya, wajar jika banyak yang mengira jika jumlah candinya memang ada seribu. Tetapi, di kompleks candi ini hanya ada sekitar 257 candi saja. ada satu candi besar yang menjadi candi utamanya. Kemudian ada 8 candi pengapit, sementara sisanya adalah candi pewarna. Candi Sewu berdiri megah di lereng selatan gunung Merapi.<\/p>\n<p>Hanya saja, Candi Sewu sempat mengalami kerusakan akibat gempa di tahun 2006 silam. Kendati demikian, \u00a0Anda \u00a0tetap bisa menjadikan candi ini sebagai tujuan wisata. Sekalipun ada beberapa yang rusak, \u00a0Anda \u00a0tetap bisa menikmatinya. Apalagi pem Anda ngan sekitar candi juga sangat sayang untuk \u00a0Anda \u00a0lewatkan.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong> Rp 50.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/4rnAjC46aVQyfk7d6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Raya Solo &#8211; Yogyakarta No.KM.16, Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>4. Candi Plaosan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14133\" aria-describedby=\"caption-attachment-14133\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14133\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Plaosan-Klaten.webp\" alt=\"Candi Plaosan Klaten\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Plaosan-Klaten.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Plaosan-Klaten-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14133\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Elang Wardhana\/Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi Plaosan juga tak kalah menarik untuk \u00a0Anda \u00a0kunjungi. Candi satu ini tak hanya cantik dari segi bangunan, tapi juga menawarkan pesona matahari terbit yang luar biasa. Sehingga jika \u00a0Anda \u00a0berburu sunrise terbaik di Jogja, Candi Plaosan bisa dijadikan tujuan. Candi yang merupakan peninggalan Buddha ini begitu menawan saat bermandikan cahaya matahari.<\/p>\n<p>Siapapun yang melihatnya akan terpesona akan lukisan sang Maha tersebut. Candi Plaosan sendiri memiliki dua kompleks yang bisa \u00a0Anda \u00a0jelajahi, yakni Plaosan Kidul dan Plaosan Lor. Terdapat juga relief pada tubuh candi yang berbeda, di Plaosan Kidul tentang laki laki dan Plaosan Lor tentang wanita. \u00a0Anda \u00a0juga bisa menemukan altar di belakang candi dan dikelilingi patung Buddha.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong> Rp 10.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/rUZFvTcgNYcFzUDHA\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Candi Plaosan, Plaosan Lor, Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>5. Candi Ijo<\/h2>\n<figure id=\"attachment_3794\" aria-describedby=\"caption-attachment-3794\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3794\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Daya-Tarik-Lain-Candi-Ijo.jpg\" alt=\"Daya Tarik Lain Candi Ijo\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Daya-Tarik-Lain-Candi-Ijo.jpg 750w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Daya-Tarik-Lain-Candi-Ijo-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3794\" class=\"wp-caption-text\">Foto: <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/113674919028622888917\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aruka Death<\/a>\/Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika melihat dari namanya, mungkin banyak yang membayangkan jika candi ini berwarna hijau. Saat \u00a0Anda \u00a0tiba, \u00a0Anda \u00a0akan menyaksikan sendiri jika candi Ijo ini tidak berwarna hijau. Melainkan berwarna hitam karena disusun dari bebatuan. Kerajaan Mataram Kuno Lah yang meninggalkan candi Ijo yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.<\/p>\n<p>Menurut keterangan warga, nama Ijo didapatkan dari bukit tempat candi ini berdiri. Menariknya, <a href=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/candi-ijo-jogja\">candi Ijo<\/a> berada di ketinggian kisaran 410 mdpl. Dengan pem Anda ngan menyejukkan mata yang mengelilinginya, dijamin \u00a0Anda \u00a0akan betah berlama lama. Saat memasuki pintu masuk, \u00a0Anda \u00a0akan melihat ukuran mulut raksasa dengan badan naga.<\/p><div class=\"7ce5b8fbd8e4aa7fb76b7cecb64c0e24\" data-index=\"3\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9763088613\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong>\u00a0Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/B7TWB2sPaNpjS3sD8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat: <\/strong>Kikis, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>6. Candi Sari<\/h2>\n<figure id=\"attachment_13620\" aria-describedby=\"caption-attachment-13620\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13620\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Shutterstock-Fasilitas-Candi-Sari.webp\" alt=\"Shutterstock Fasilitas Candi Sari\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Shutterstock-Fasilitas-Candi-Sari.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Shutterstock-Fasilitas-Candi-Sari-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13620\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Satria Nangisan\/Shutterstock<\/figcaption><\/figure>\n<p>Melanjutkan perjalanan menjelajahi candi-candi megah di Jogja, \u00a0Anda \u00a0bisa menjadikan Candi Sari sebagai tujuan. Candi Saeri diperkirakan di bangun di abad VIII dan IX. Dimana pada abad tersebut masih berada naungan pemerintahan Rakai Panangkaran. Patut menjadi candi cantik di Jogja, karena memiliki bangunan kokoh dan megah.<\/p>\n<p>Didukung dengan relief relief di badan candi yang begitu filosofis dan mirip dengan Candi Plaosan. Dari segi bangunan, candi ini memiliki 9 stupa dengan ruangan meditasi di bawah stupa. Dimana pada masanya, candi Sari memang difungsikan sebagai tempat para biksu mengais ilmu. Pesona candi ini akan membuat \u00a0Anda \u00a0terpesona dan sayang jika tidak mengabadikan setiap momen.<\/p><!--CusAds0-->\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong>\u00a0Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/AspA4LaNfqrJ7roj9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Candisari, Bendan, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>7. Candi Gebang<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2872\" aria-describedby=\"caption-attachment-2872\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2872\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daya-Tarik-Wisata-Candi-Gebang.jpg\" alt=\"Daya Tarik Wisata Candi Gebang\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daya-Tarik-Wisata-Candi-Gebang.jpg 750w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daya-Tarik-Wisata-Candi-Gebang-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2872\" class=\"wp-caption-text\">Foto: <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/115274177340883170262\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Melinda Indini<\/a>\/Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berada di Kabupaten Sleman, \u00a0Anda \u00a0harus menempuh jarak sekitar 11 km dari pusat kota Jogja untuk menemukan Candi Gebang. Candi Gebang sendiri memang belum banyak diketahui oleh wisatawan, padahal tak kalah cantik dan eksotis. Letaknya juga cukup tersembunyi, tetapi tak susah untuk menemukan Candi Gebang ini.<\/p>\n<p>Memang candi ini terbilang kecil, tetapi tak mengurangi keindahan yang dimilikinya. Hingga saat ini bangunannya masih kokoh berdiri. Dikelilingi dengan taman hijau rapi yang membuatnya semakin cantik. Pastikan untuk membawa kamera terbaik \u00a0Anda , sehingga \u00a0Anda \u00a0bisa mengambil beberapa pose cantik di kawasan candi ini.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong>\u00a0Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/g4aEHW1Mzdfrrwhq7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Jetis Raya, Jetis, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>8. Candi Kedulan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_3381\" aria-describedby=\"caption-attachment-3381\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3381\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Fasilitas-di-Candi-Kedulan.jpg\" alt=\"Fasilitas di Candi Kedulan\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Fasilitas-di-Candi-Kedulan.jpg 750w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Fasilitas-di-Candi-Kedulan-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3381\" class=\"wp-caption-text\">Foto: <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/113348756257548025021\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Gilang Primada<\/a>\/Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi Kedulan sebenarnya belum resmi ditemukan, karena saat ini sedang dalam proses penggalian juga rekonstruksi. Karena ketika candi ini ditemukan, reruntuhan candi masih dalam timbunan tanah akibat lahar Gunung Merapi. Ketika penggalian, ditemukan dua prasasti di dekat arca Agastya. \u00a0Anda \u00a0bisa menyaksikan sendiri pesona dengan mengunjungi candi ini.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong> -; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/BCAMVGZjiz7aQ3Ly6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Kedulan, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>9. Candi Sambisari<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14134\" aria-describedby=\"caption-attachment-14134\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14134\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Sambisari-Sleman.webp\" alt=\"Candi Sambisari Sleman\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Sambisari-Sleman.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Sambisari-Sleman-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14134\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Nindya A A\/Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi Sambisari juga menjadi candi cantik yang sayang untuk \u00a0Anda \u00a0lewatkan. Candi ini merupakan situs yang berada di bawah tanah, tepatnya sekitar 6,5 meter di bawah tanah. Sehingga \u00a0Anda \u00a0akan turun lebih dahulu untuk memasuki kompleks candi ini. Pelancong akan disuguhkan 1 candi utama dan juga 3 candi pendamping.<\/p>\n<p>Di luar candi dikelilingi oleh tembok yang membentang, sehingga membuat <a href=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/candi-sambisari-sleman\">Candi Sambisari<\/a> begitu unik. Konon, destinasi candi di Jogja ini sudah ada di antara tahun 812 sampai 838 Masehi. Tidak hanya bisa menikmati candinya, pengunjung juga bisa mampir di ruang informasi. Deretan foto foto selama rekonstruksi akan dihadirkan di ruang ini.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong>\u00a0Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/YdX8hLD5a6155L556\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>10. Candi Kalasan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_14135\" aria-describedby=\"caption-attachment-14135\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14135\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Kalasan-Sleman.webp\" alt=\"Candi Kalasan Sleman\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Kalasan-Sleman.webp 640w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Candi-Kalasan-Sleman-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14135\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Ismail M Jihad\/Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi satu ini juga dikenal dengan candi Tara yang sarat dengan sejarah. Dari segi bangunan juga tampil memukau yang akan membuat siapapun terpesona. Candi Kalasan termasuk candi peninggalan Budha yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Pada bagian kaki candi, \u00a0Anda \u00a0akan menemukan alas batu yang bentuknya bujur sangkar.<\/p>\n<p>Terdapat tangga masuk untuk sampai ke pelataran ini. Detail hiasan seperti makara hingga kala juga turut menjadikan candi ini begitu mempesona. Tidak ketinggalan adanya sulur suluran, kuncup bunga yang ada di bagian jengger candi. Memang hanya ada satu candi, tetapi jika diperhatikan bangunannya luar biasa cantik dan sayang untuk dilewatkan.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong>\u00a0Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/9Eq1jkMpuL1PceeV8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Raya Yogya-Solo, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>11. Candi Banyunibo<\/h2>\n<figure id=\"attachment_2852\" aria-describedby=\"caption-attachment-2852\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2852\" src=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daya-Tarik-Wisata-Candi-Banyunibo.jpg\" alt=\"Daya Tarik Wisata Candi Banyunibo\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daya-Tarik-Wisata-Candi-Banyunibo.jpg 750w, https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Daya-Tarik-Wisata-Candi-Banyunibo-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2852\" class=\"wp-caption-text\">Foto: <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/113166659788756170483\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dzaky Fawwaz<\/a>\/Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk melanjutkan penjelajahan \u00a0Anda \u00a0terkait candi, \u00a0Anda \u00a0bisa menjadikan candi Banyunibo sebagai tujuan. Nama Banyutibo sendiri memiliki pengertian sebagai air jatuh menetes dalam bahasa Jawa. merupakan peninggalan Budha di masa kerajaan Mataram Kuno, candi ini berada di tengah persawahan juga perbukitan. Membuat panorama nya begitu menawan.<\/p>\n<p>Jika dibandingkan dengan candi lainnya, candi Banyunibo terbilang sangat mungil. Memiliki tinggi sekitar 14 meter, dengan bagian atas bentuk kubah dan stupa pada puncaknya. Kendati demikian hingga saat ini masih berdiri megah di tengah pem Anda ngan yang luar biasa cantik. Lokasinya di daerah Sleman, dan bisa dijadikan alternatif wisata candi.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#000000\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Harga Tiket:<\/strong>\u00a0Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/pZ2dHjLhkUdzBwsq8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #ef7a32; font-size: 15px;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff; font-size: 15px;\"><strong>Alamat:<\/strong> Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Itulah beberapa candi yang megah di Jogja dan sekitarnya yang bisa \u00a0Anda \u00a0jadikan tujuan wisata edukasi. Beberapa candi memang sudah banyak dikenal di kalangan wisatawan. Tetapi sisanya masih belum terkenal, tetapi tetap menarik untuk dikunjungi. Apalagi masing masing candi memiliki daya tarik tersendiri. Baik dari segi bangunan maupun dari segi lokasinya di temukan.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jogja menjadi tujuan yang paling cocok untuk liburan sekaligus belajar sejarah. \u00a0Anda \u00a0bisa menemukan peninggalan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-yogyakarta","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=325"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14136,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/325\/revisions\/14136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dejava.net\/dejogja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}