Highlights
- Termasuk daerah Kupang yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki beragam tempat wisata bertemakan alam dengan nuansa yang memang benar-benar masih alami.
- Karena Pulau Kera termasuk TWAL atau Taman Wisata Alam Laut yang diatur dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan di tanggal 28 Januari 1993 dan merupakan kawasan wisata yang berbasis konservasi, maka status pulau ini adalah pulau tidak berpenghuni.
- Tidak ada tiket masuk yang dikenakan ketika mengunjungi pulau ini karena bukan termasuk kawasan wisata di bawah pengelolaan pemerintah setempat.
| Biaya Wisata: Mulai Rp 30.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Uiasa, Kec. Semau, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur. |
Nusa Tenggara Timur menyimpan potensi wisata yang besar karena banyak lokasi yang kerap didatangi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Setiap tempat wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur menyimpan daya tariknya masing-masing. Salah satunya adalah Pulau Kera yang terletak di daerah Kupang tepatnya di sebelah baratnya.
Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan wisata alam. Dari Sabang hingga Merauke sangat banyak tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Termasuk daerah Kupang yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki beragam tempat wisata bertemakan alam dengan nuansa yang memang benar-benar masih alami.
Pulau ini dikelilingi oleh lautan sehingga para wisatawan yang ingin mengunjunginya harus menggunakan transportasi kapal. Bagi wisatawan yang tinggal jauh dari pantai pasti akan sangat takjub ketika menginjakkan kaki pertama kalinya di pulau ini. Pemandangan yang disuguhkan tidak ada duanya dan recommended untuk wisatawan yang butuh ketenangan.
Daya Tarik Wisata Pulau Kera

1. Disebut Sebagai Taman Laut Teluk Kupang
Surat keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan pada tanggal 28 Januari 1993 yang lalu memuat sebuah keputusan bahwa pulau ini termasuk dalam wilayah Taman Laut Teluk Kupang. Disebut taman laut karena daya tarik utama kawasan wisata alam ini adalah pantainya dengan pasir putih yang bersih sedikit kemerahan.
Air lautnya sangat jernih dengan warna hijau toska. Pulau Kera mempunyai topografi yang datar dan landai karena ketinggiannya 0-3 Mdpl. Meski pulaunya kecil dengan luas kurang lebih 48,17 hektar, namun pemandangan yang disuguhkan begitu eksotik. Terlebih lagi adanya beberapa pohon cemara dan pohon kelapa yang menghiasinya.
2. Mempunyai Asal-Usul Nama yang Unik
Hampir setiap orang yang mendengar nama pulau ini pasti beranggapan bahwa penghuni pulau adalah ratusan kera. Namun ternyata tidak, berdasarkan sejarahnya, sebagian orang menyebut pulau ini dengan sebutan kera karena asal mulanya yakni dari kata ‘Kea’ dimana dalam bahasa Rote artinya adalah ‘penyu’, bukan ratusan kera.
Hal ini dikarenakan pulau ini dulunya digunakan untuk tempat penangkaran penyu. Dinamakan ‘kera’ supaya pengucapan lafalnya lebih mudah. Ada pendapat lain dimana sejarah nama pulau ini asalnya dari kata ‘Takera’ dimana artinya adalah ember atau timba dalam Bahasa Solor.
3. Dihuni Masyarakat Namun Tidak Diakui Pemerintah Setempat
Karena Pulau Kera termasuk TWAL atau Taman Wisata Alam Laut yang diatur dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan di tanggal 28 Januari 1993 dan merupakan kawasan wisata yang berbasis konservasi, maka status pulau ini adalah pulau tidak berpenghuni. Namun, di tahun 1911, pulau ini dihuni penduduk.
Para penduduk mayoritas merupakan Suku Bajo beragama Islam. Mereka tinggal menetap di pulau tersebut meskipun minim fasilitas sarana dan prasarana. Ada lebih dari 300 orang atau sekitar 82 kepala keluarga yang tinggal disana namun tidak diakui pemerintah setempat. Mereka mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan.
Alamat dan Cara Menuju Lokasi

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 yang lalu, Pulau Kera merupakan salah satu dari sejumlah 1.192 pulau yang ada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Letaknya di seberat barat dari Kota Kupang.
Secara administratif, pulau ini terletak di Kabupaten Kupang, tepatnya di Kecamatan Semau. Luas pulau yang ada di Desa Uiasa tersebut 48,17 ha. Lokasinya diapit oleh Pulau Semau dan Pulau Timor. Untuk mengunjungi pulau tersebut, para wisatawan hanya bisa menggunakan transportasi kapal yang merupakan satu-satunya transportasi menuju kesana.
Akses keberangkatan ke pulau bisa melalui beberapa titik yakni Pelabuhan Perikanan Oeba, Oesapa, atau Tenau dengan waktu tempuh perjalanan 1-2 jam. Ketika berencana untuk mengunjungi pulau ini, sebaiknya perjalanan dilakukan saat pagi hari.
Hal ini dikarenakan kapal nelayan hanya tersedia di pagi hari untuk menuju ke lokasi. Para wisatawan bisa menyewa kapal milik nelayan dan kembali lagi ke Kupang sebelum matahari terbenam. Biasanya kapal yang digunakan berukuran sedang agar mudah disandarkan.
Kawasan wisata alam Pulau Kera dibuka untuk umum selama 24 jam setiap hari Senin-Minggu. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan ketika mengunjungi pulau ini karena bukan termasuk kawasan wisata di bawah pengelolaan pemerintah setempat.
Akan tetapi, kemungkinan penduduk sekitar meminta tiket masuk seikhlasnya dan mereka bersedia menjadi guide.
Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

1. Menikmati Suasana Laut dari Kapal
Satu-satunya transportasi yang bisa digunakan oleh para wisatawan yang ingin mengunjungi pulau ini yakni kapal nelayan berukuran sedang. Perjalanan menuju ke lokasi bisa berangkat melalui beberapa pelabuhan perikanan yakni Tenau, Oeba, atau Oesapa. Waktu tempuh perjalanannya kurang lebih 1-2 jam lamanya.
Selama perjalanan menuju ke lokasi, para wisatawan bisa menikmati suasana laut berwarna hijau toska yang begitu jernih. Angin sepoi-sepoi yang berhembus sepanjang perjalanan ke Pulau Kera membuat para wisatawan merasa tenang dan pikiran menjadi refresh. Dengan begitu, para wisatawan tidak akan bosan selama perjalanan.
2. Berjalan-jalan Menyusuri Pulau
Walaupun sebenarnya kawasan wisata ini merupakan salah satu kawasan TWAL yang seharusnya tidak berpenghuni, namun ada sejumlah penduduk yang menghuni pulau ini. Meskipun mereka tidak mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana memadai dari pemerintah setempat. Namun, kehadiran mereka memberi keuntungan tersendiri.
Keuntungan tersebut dapat dirasakan para wisatawan yang datang berkunjung. Penduduk pulau bersedia untuk menjadi guide bagi wisatawan yang ingin berjalan-jalan menyusuri pulau tersebut. Para penduduk tersebut sudah menetap sejak tahun 1911 yang lalu sehingga sudah hafal betul seperti apa detail mengenai Pulau Kera.
3. Bermain Pasir di Tepi Pantai
Pantai di pulau ini menyuguhkan pemandangan alam yang tiada duanya dengan pasir pantai berwarna putih bersih dan didukung dengan air lautnya yang jernih berwarna hijau toska. Para wisatawan tidak pernah melewatkan kegiatan bermain pasir di tepi pantai pulau ini. Mereka membangun istana pasir atau menuliskan sesuatu di pasir.
4. Hunting Foto

Salah satu kegiatan wajib yang pasti dilakukan oleh para wisatawan adalah hunting foto. Momen berharga ketika mengunjungi pulau ini tidak akan dilewatkan begitu saja sehingga pasti para wisatawan menyimpannya dalam jepretan foto-foto. Eksotisme Pulau Kera yang menakjubkan menjadikan pulau ini sebagai pulau favorit wisatawan.
Walaupun aksesnya tidak semudah akses menuju ke pulau populer lainnya, namun kealamian pulau ini menjadi daya tarik tersendiri di mata para wisatawan. Sepulang dari pulau tersebut, para wisatawan menyimpan banyak stok foto dengan pemandangan cantik dan siap dibagikan ke sosial media mereka.
5. Camping di Tepi Pantai
Karena satu-satunya akses menuju ke pulau hanya bisa menggunakan transportasi kapal milik nelayan, sementara itu kapal nelayan hanya tersedia saat pagi hari dan kembali ke pelabuhan sebelum matahari terbenam, maka tidak sedikit wisatawan yang merasa belum puas jika hanya berkunjung pagi-sore saja di pulau cantik ini.
Oleh karena itu, camping adalah kegiatan yang banyak dipilih para wisatawan agar bisa menikmati suasana Pulau Kera lebih lama. Akan tetapi, peralatan camping bisa dibawa sendiri oleh para wisatawan dari rumah karena disana tidak ada penyewaan peralatan camping seperti tenda, tikar, dan lain sebagainya.
6. Diving atau Snorkeling
Karena kawasan pulau ini termasuk kawasan TWAL, maka pesona alam bawah laut di pulau ini juga direkomendasikan untuk melakukan kegiatan diving atau snorkeling. Ada banyak ikan dan biota laut lainnya yang siap menyambut para wisatawan yang melakukan aktivitas menyelam dengan ramah.
Namun, di pulau ini tidak ada penyewaan peralatan diving atau snorkeling sehingga para wisatawan bisa menyiapkan sebelumnya dengan menyewa di area pelabuhan sebelum keberangkatan. Peralatan snorkeling bisa ditaruh di kapal nelayan dan diambil ketika kapal telah mendarat di pulau tersebut.
Fasilitas yang Bisa Ditemukan di Pulau Kera

Pulau Kera memang masih minim terkait fasilitas. Para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya karena pesona alamnya yang begitu eksotis. Perihal fasilitas, ada beberapa gubuk di area bibir pantai yang bisa digunakan untuk beristirahat.
Selain itu, ada juga penduduk setempat yang menjual beberapa kebutuhan untuk sehari-hari di warung-warung kelontong berukuran kecil milik mereka. Jika ingin menginap, para wisatawan bisa camping maupun menginap di rumah penduduk.
Listrik disana asalnya dari genset dimana genset tersebut hanya menyala pukul 18-00-23.00 WITA saja. Asal sumber airnya dari tiga sumur yang berisikan air payau bukan air tawar. Untuk kebutuhan makan, minum, dan memasak, penduduk setempat membeli air dari Kupang.
Ketika mengunjungi Nusa Tenggara Timur, Pulau Kera bisa dijadikan opsi sebagai destinasi wisata. Karena minim fasilitas, para wisatawan harus menyiapkan bekal berupa makanan dan juga minuman sendiri karena disana tidak tersedia warung makan. Jangan lupa juga untuk membawa kamera ketika berkunjung kesana.









