Highlights
- Museum ini menampilkan koleksi karya seni Le Mayeur yang terdiri dari lukisan, gambar, dan patung, serta berbagai benda bersejarah dan budaya Bali.
- Museum ini juga memiliki taman yang indah di sekitarnya, di mana pengunjung dapat bersantai dan menikmati suasana Bali yang tenang.
- Semua koleksi yang ada di sini menawarkan pandangan yang unik tentang seni dan kehidupan di Bali pada abad ke-20.
| Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Jl. Hang Tuah, Sanur Kaja, Kec. Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. |
Museum Le Mayeur adalah sebuah wisata bertema museum seni yang berada di Sanur, kota Denpasar, Bali. Tempat ini didedikasikan untuk seniman Belgia Adrien-Jean Le Mayeur de Merprès dan istrinya Ni Pollok. Meski termasuk warga asing, namun ketertarikan dengan pesona Bali membuatnya betah dan bahkan memutuskan untuk tinggal.
Ni Pollok merupakan seorang penari Bali yang menjadi model dan inspirasi bagi karya seninya, sebelum akhirnya beliau dipersunting menjadi istrinya. Museum ini menampilkan koleksi karya seni Le Mayeur yang terdiri dari lukisan, gambar, dan patung, serta berbagai benda bersejarah dan budaya Bali. Ada juga beberapa karya seni dari seniman lain yang dipamerkan.
Pengunjung dapat melihat beberapa ruangan di dalam museum, termasuk studio dan ruangan tempat ia tinggal bersama istrinya. Museum ini juga memiliki taman yang indah di sekitarnya, di mana pengunjung dapat bersantai dan menikmati suasana Bali yang tenang. Pengunjung yang datang ke sini pada umumnya tertarik dengan seni lukis, baik anak maupun dewasa.
Sejarah Museum Le Mayeur

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengenal lebih jauh mengenai sejarah Museum Le Mayeur. Adrien-Jean Le Mayeur de Merpres tiba di Bali pada tahun 1932 dan jatuh cinta pada keindahan pulau itu. Dia menetap di Sanur dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan melukis pemandangan laut, pantai, dan kehidupan sehari-hari Bali.
Selama tinggal, ia bertemu dengan Ni Pollok, seorang penari Bali yang menjadi subjek utama dalam banyak karyanya. Museum ini didirikan pada tahun 1957 sebagai rumah dan studio seniman yang juga dikenal dengan nama Mr. Belgi tersebut. Setelah kematiannya pada tahun 1958, Ni Pollok memutuskan untuk menjadikannya sebagai museum.
Tujuan didirikannya Museum Le Mayeur tidak lain untuk menghormati karya suaminya dan sekaligus supaya lebih mudah merawatnya. Museum ini awalnya hanya dibuka untuk para tamu undangan, tetapi pada tahun 1985 dibuka untuk umum. Sejak saat itu, museum ini telah menjadi salah satu destinasi wisata populer di Bali, terutama bagi para pecinta seni.
Koleksi Museum Le Mayeur

Sebagaimana museum pada umumnya, di sini juga memiliki koleksi yang membuat banyak wisatawan datang berkunjung. Meski terkesan sebagai museum pribadi, namun sebenarnya tidak demikian. Hal ini bisa dilihat dari koleksinya yang berasal dari pelukis ternama lainnya. Selain itu, ada juga hasil karya seni lain yang ditampilkan yang merupakan hasil dari donasi.
Koleksi Museum Le Mayeur terdiri dari lebih dari 88 lukisan, sebagian besar menampilkan istrinya sebagai model. Lukisan ini digambarkan pada berbagai macam bahan, dinatranya kanvas, tikar jerami, dan bahkan kertas. Beberapa karya terkenal Le Mayeur di antaranya adalah “Bali Life” (1938), “Ni Pollok on the Beach” (1942), dan “Balinese Women Walking on the Beach” (1952).
Untuk karya seni lain didapatkan dari seniman Eropa yang dulunya sempat bertandang ke Bali. Koleksi seni Bali yang ditampilkan meliputi patung kayu, ukiran, dan kain tradisional Bali seperti songket dan batik. Ada juga koleksi seni dari seniman Eropa lainnya seperti Willem Gerard Hofker, Rudolf Bonnet, dan Arie Smit, yang juga terinspirasi oleh keindahan Bali.
Bukan hanya itu saja, Museum Le Mayeur juga memiliki koleksi barang pribadi, seperti furnitur, kain, dan aksesori. Ada juga sejumlah surat, foto, dan dokumen yang terkait dengan kehidupan Le Mayeur dan Ni Pollok. Semua koleksi yang ada di sini menawarkan pandangan yang unik tentang seni dan kehidupan di Bali pada abad ke-20.
Alamat dan Cara Menuju Lokasi

Mengunjungi wisata museum di Bali ini sangat mudah karena lokasinya yang strategis. Letaknya tidak jauh dari Pantai Sanur, sehingga ada banyak keindahan yang didapatkan. Alamat lengkapnya berada di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Kabupaten Denpasar, Bali.
Jarak Museum Le Mayeur dari pusat Denpasar diperkirakan hanya 6 kilometer, untuk menempuhnya hanya butuh waktu 15 menit. Untuk rute yang paling mudah, silahkan menuju ke Jalan Raya Puputan. Kemudian silahkan lurus mengikuti jalur utama hingga tiba di Jalan Hang Tuah. Dari titik ini, anda hanya perlu mengikuti papan petunjuk ke Pantai Sanur.
Harga Tiket Masuk Museum Le Mayeur
Untuk memasuki kawasan museum di Bali ini, anda harus membayar tiket masuk terlebih dahulu. Tidak mahal pastinya, karena satu pengunjung dewasa hanya dikenakan tarif 10.000 rupiah. Sedangkan untuk anak-anak hanya dikenakan biaya masuk 5.000 rupiah. Harga ini tentunya sangat murah dibandingkan dengan pengalaman liburan yang anda dapatkan.
Sebelum mengunjungi Museum Le Mayeur, pastikan anda mengetahui waktu operasionalnya. Di hari Senin hingga Kamis, tempat wisata seni ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 14.00. Apabila anda berkunjung di hari Jumat, pastikan anda datang antara pukul 08.00 hingga 11.00. Untuk hari Sabtu dibuka mulai jam 08.00 sampai 12.30, sedangkan hari Minggu libur.
Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Objek wisata yang layak dikunjungi tidak hanya menawarkan daya tarik saja. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan aktivitas apa saja yang dapat dilakukan di lokasi. Memang aktivitas di Museum Le Mayeur tidak begitu banyak, namun anda tetap dapat melakukan beberapa hal berikut!
1. Menikmati Karya Seni Le Mayeur
Museum ini menampilkan karya-karya seni Le Mayeur yang indah dan sangat menginspirasi. Anda dapat melihat lukisan-lukisan yang menampilkan keindahan pemandangan pantai, budaya, dan potret wanita Bali yang anggun. Anda juga dapat melihat patung-patung yang menggambarkan kehidupan Bali, serta karya seni lain yang tidak kalah indahnya.
2. Bersantai di Taman Museum
Selain menampilkan karya seni yang indah dan memiliki keunikan, museum ini memiliki taman yang cukup luas. Dibangun diatas lahan seluas 32 hektare, anda dapat bersantai sambil menikmati udara segar khas pantai di Bali. Taman ini dipenuhi berbagai pohon rindang, juga banyak tanaman hias dengan warna-warni bunga yang cantik.
3. Mengunjungi Pantai Sanur
Karena tidak jauh dari Pantai Sanur, tidak ada salahnya anda mampir setelah mengunjungi Museum Le Mayeur. Bisa juga sebaliknya, artinya anda mampir ke museum setelah ke pantai. Anda tidak perlu berjalan jauh atau menggunakan kendaraan untuk menjangkaunya. Cukup berjalan kaki saja, karena jaraknya hanya beberapa meter dari depan pintu masuk.
4. Belanja Souvenir
Bisa dikatakan bahwa wisata museum ini menyatu dengan pantai yang ada di dekatnya. Karena itu, ada banyak toko yang menjual souvenir di sepanjang jalan utama. Anda bisa berbelanja suvenir yang sebagian besar terinspirasi dari karya Le Mayeur. Adapun yang sering ditemukan di sekitar wisata ini yaitu buku, lukisan cetak, dan pakaian sablon.
5. Aktivitas Fotografi
Museum Le Mayeur memiliki bangunan yang indah dengan arsitektur tradisional khas Bali. Anda dapat berfoto-foto di depan bangunan museum sebagai latar belakangnya. Selain itu, anda pun bisa menggunakan taman yang ada di sekitar lokasi. Lebih menariknya lagi, anda bisa mengambil foto dari koleksi karya seni di dalam museum, namun harus mendapatkan izin terlebih dahulu.
Fasilitas Penunjang di Museum Le Mayeur

Sejak pertama kali dihibahkan, museum ini dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Tentu ada banyak dana untuk perawatannya, termasuk dalam hal fasilitas. Di sini, anda mendapatkan area parkir yang cukup luas dan teduh. Fasilitas lain yang ditemukan yaitu kamar mandi, ruang pameran, dan pastinya pemandu wisata.
Di zaman yang semakin berkembang saat ini, minat akan sebuah seni lukis sedikit berkurang. Banyak pelukis atau pecinta seni yang lebih memilih menggunakan alat modern yang tidak dituangkan dalam kanvas dan sejenisnya. Dengan adanya pembahasan mengenai Museum Le Mayeur ini, diharapkan kesadaran akan seni lukis semakin meningkat.









